Jumat, 23 Mei 2008

PERBANDINGAN PANDANGAN TENTANG MANUSIA

PERBANDINGAN PANDANGAN TENTANG MANUSIA YANG DIKEMUKAKAN OLEH PARA FILOSOF DENGAN KONSEP HMM (HARKAT DAN MARTABAT MANUSIA)

Oleh:

Anan Zainal Arifin dan Dahlia

(Guru dan Mahasiswa Sertifikasi Jalur Pendidikan Profesi PKn-UNP)

A. PANDANGAN UMUM TENTANG KONSEP HMM (HARKAT DAN MARTABAT MANUSIA)

Manusia harus dipandang secara konprehensif artinya pemikiran tentang manusia tidak hanya berkisar pada kajian tentang manusia dalam kaitannya dengan diri sendiri dan lingkungan dunia yang masih terbatas, melainkan menjangkau hakikat manusia secara menyeluruh dan utuh. Pandangan yang menyeluruh dan utuh ini menjelaskan secara penuh harkat dan martabat manusia (HMM).

Hakikat Manusia

Hakikat manusia yang di dalamnya terkandung harkat dan martabat manusia, menurut Prayitno (2008: 18) meliputi lima butir konsep dasar harkat dan martabat manusia (HMM), yakni

  • Makhluk yang paling indah dan sempurna dalam pencitraannya
  • Makhluk yang paling tinggi derajatnya
  • Khalifah di muka bumi
  • Makhluk yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Pemilik hak-hak asasi manusia (HAM)

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa:

  • Keimanan dan ketakwaannya kepada Tuhan YME ditunaikan melalui peribadatan yang tulus dan ikhlas;
  • Citra kesempurnaan dan keindahannya diwujudkan melalui penampilan budaya dan peradaban yang terus berkembang;
  • Ketinggian derajatnya ditampilkan melalui upaya menjaga kehormatan dan menolak hal-hal yang merendahkan nilai-nilai kemanusiaan;
  • Kekhalifahan diselenggarakan melalui penguasaan dan pengelolaan atas sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk kehidupan yang damai dan sejahtera dalam alam yang aman dan tentram; dan
  • Hak asasi manusia dipenuhi melalui saling pengertian, saling memberi dan saling menerima serta saling melindungi, mensejahterakan, dan membahagiakan

Dimensi Kemanusiaan

  • Dalam kerangka HMM secara menyeluruh, aktualisasi kehidupan manusia berdasarkan hakikatnya itu, tidaklah berlangsung dengan sendirinya. Untuk aktualisasi hakikat manusia ini diperlukan upaya pengembangan atas diri manusia sejak kelahirannya melalui tahap-tahap perkembangan sepanjang hayatnya.
  • Untuk pengembangan diri dan kehidupan selanjutnya, manusia dilengkapi dengan dimensi-dimensi kemanusiaan yang melekat pada diri individu, yakni dimensi : kefitrahan, keindividualan, kesosialan, kesusilaan, dan keberagamaan

Penjelasan:

Kelima dimensi saling terkait. Dimensi kefitrahan menduduki posisi sentral yang mendasari keempat dimensi lainnya.

Dimensi keindividualan, kesusilaan dan kesosialan saling terkait dan terkait dengan dimensi kefitrahan dan keberagamaan.

Dimensi keberagamaan merupakan bingkai dan wajah dari keseluruhan aktualisasi kehidupan individu dengan kelima dimensinya itu

Panca Daya

  • Kelima dimensi kemanusiaan itu saling terkait dan berpengaruh. Kelimanya pada dasarnya menyatu, berdinamika dan bersinerji sejak awal kejadian individu dalam perkembangan dirinya dari waktu ke waktu sampai akhir kehidupannya. Kelimanya menuju kepada perkembangan individu menjadi manusia seutuhnya.
  • Untuk memungkinkan perkembangan individu ke arah yang dimaksud itu, manusia dikaruniai lima jenis bibit pengembangan, yaitu: daya taqwa, daya cipta, daya karsa, daya rasa dan daya karya.

Trilogi HMM

  • Manusia ditakdirkan hidup dan berkembang sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya itu
  • Semua unsur HMM (hakikat manusia, dimensi kemanusiaan, dan panca daya) tergabung dalam Trilogi HMM, semuanya bersifat positif dan normative, dapat dipahami bahwa tujuan diciptakan dan dihidupkannya manusia adalah tujuan yang positif dan normative, yang tidak lain kebahagiaan manusia itu sendiri. Lebih jauh kehidupan yang membahagiakan di dunia dan di akhirat.

B. PERBADINGAN PANDANGAN UMUM TENTANG MANUSIA DARI PARA FILOSOF DENGAN KONSEP HMM

  • Kalau kita kaji, apa yang disampaikan oleh Prayitno (2008) tentang konsep HMM, yang secara garis besar telah dikemukakan di atas merupakan pandangan terhadap manusia seutuhnya atau manusia paripurna. Kelima butir konsep dasar HMM yang melekat pada manusia itu, sejalan dengan pandangan bangsa Indonesia yang dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila.
  • Pandangan tentang para filosof tentang manusia cukup beragam. Kalau kita kaji dan bandingkan dengan konsep HMM di atas, tidak semua pandangan mereka tentang manusia sejalan dengan konsep HMM.

PANDANGAN PARA FILOSOF TENTANG MANUSIA

PERBANDINGAN DENGAN TRILOGI HMM

o Manusia pada hakikatnya ditandai oleh adanya kesatuan antara apa yang ada pada dirinya, yaitu pikiran, kehendak, dan nafsu (Plato)

Sejalan dengan HMM, bahwa untuk menuju manusia yang utuh, manusia dikaruniai panca daya, antara lain daya cipta dan daya karsa.

o Manusia pada hakikatnya adalah jahat, oleh karenanya untuk mengembangkannya diperlukan latihan dan disiplin yang keras, terutama disiplin pada tubuhnya (Hsun Tsu)

Pandangan ini bertentangan dengan konsep HMM, bahwa manusia memiliki dimensi kefitrahan yang menganggap manusia pada dasarnya bersih dan mengarahkan diri kepada hal-hal yang benar dan luhur, serta menolak hal-hal yang salah, tidak berguna dan remeh serta tidak terpuji. Derajat manusia yang tinggi menolak hal-hal yang merendahkan nilai-nilai kemanusiaan.

o Manusia merupakan kesatuan jiwa dan badan, yang dimotivasi oleh prinsip kebahagiaan; kesemuanya itu diwarnai oleh dosa warisan dari pendahulunya (Agustinus)

Pandangan Agustinus dilatarbelakangi oleh faham ketuhanan (theology). Yang tidak sejalan dengan konsep HMM adalah pandangan tentang manusia diwarnai dosa warisan pendahulunya. Dalam konsep HMM, manusia dilahirkan dalam keadaan bersih (dimensi kefitrahan). Menurut John Lock manusia ibarat tabula rasa (kertas putih belum bertuliskan apapun) ketika dilahirkan. Namun teori tabula rasa berbeda dan tidak menjadi ciri dimensi kefitrahan dalam konsep HMM.

o Manusia terdiri dari unsur dualistik, jiwa dan badan. Jiwa tidak bersifat bendawi, abadi dan tidak dapat mati, sedangkan badan yang bersifat bendawi dapat sirna dan menjadi sasaran ilmu fisika. Di antara badan dan jiwa terdapat pertentangan yang berkelanjutan tak terjembatani; badan dan jiwa itu masing-masing mewujudkan diri dalam berbagai hal sendiri-sendiri. Namun demikian, hakikat manusia adalah jiwanya (Descartes)

Hal yang tidak sejalan dengan pandangan Descartes, yaitu pandangannya yang menyatakan bahwa badan dan jiwa itu masing-masing mewujudkan diri dalam berbagai hal secara sendiri-sendiri. Sedangkan menurut konsep HMM manusia itu merupakan satu kesatuan yang utuh.

o Manusia tidak memegang nasibnya sendiri. Tingkah laku manusia ditujukan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan instink-instinknya, dan dikendalikan oleh pengalaman-pengalaman masa lampau, dan ditentukan oleh faktor-faktor interpersonal dan intrapsikis (Freud)

Freud memandang manusia terlalu sempit. Tingkah laku manusia ditujukan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan instink-instinknya. Ini bertentangan dengan konsep HMM.

o Manusia tidak semata-mata bertujuan memuaskan dorongan-dorongan dirinya, tetapi juga termotivasi untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan pemenuhan kebutuhan dalam mencapai sesuatu. Tingkahlaku individu ditentukan oleh lingkungan, pembawaan, dan individu itu sendiri (Adler)

Sejalan dengan konsep HMM, terutama dengan dimensi kesosialan . Adler mengatakan bahwa manusia tidak semata-mata bertujuan memuaskan dorongan-dorongan dirinya, tetapi juga termotivasi untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan pemenuhan kebutuhan dalam mencapai sesuatu. Tingkahlaku individu ditentukan oleh lingkungan, pembawaan, dan individu itu sendiri.

o Manusia adalah makhluk rasional, trsosialisasikan, dan dapat menentukan nasibnya sendiri. Dalam kondisi yang memungkinkan, manusia akan mampu mengarahkan diri sendiri, maju, dan menjadi individu yang positif dan konstruktif (Rogers)

Sejalan dengan konsep HMM. Roger mengatakan bahwa manusia adalah makhluk rasional, tersosialisasikan, dan dapat menentukan nasibnya sendiri. Dalam kondisi yang memungkinkan, manusia akan mampu mengarahkan diri sendiri, maju, dan menjadi individu yang positif dan konstruktif. Dalam konsep HMM, sejalan dengan dimensi keindividualan dan kefitrahan.

o Manusia adalah makhluk reaktif yang tingkahlakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar dirinya. Tingkahlaku manusia dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungannya, melalui hokum-hukum belajar (Skinner)

Pandangan Skinner tentang manusia sejalan dengan konsep HMM. Pandangan Skinner dalam HMM dapat dikelompokkan pada dimensi kemanusiaan yaitu dimensi individual dan dimensi kesosialan

o Tindakan manusia didorong untuk memenuhi kebutuhan dasar (baik psikologikal maupun fisiologikal), yang sama untuk semua orang. Kebutuhan fiiologikal adalah segala sesuatu untuk mempertahankan kesadaran organism, sedangkan kebutuhan psikologikal terarah untuk mencintai dan dicintai, serta berguna bagi diri sendiri dan oranglain (Glasser)

sejalan dengan konsep HMM, Glasser menyatakan bahwa tindakan manusia didorong untuk memenuhi kebutuhan dasar (baik psikologikal maupun fisiologikal), yang sama untuk semua orang. Kebutuhan fiiologikal adalah segala sesuatu untuk mempertahankan kesadaran organisma, sedangkan kebutuhan psikologikal terarah untuk mencintai dan dicintai, serta berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Pandangannya, dalam konsep HMM sejalan dengan dimensi individual dan kesosialan.

o Manusia memiliki kemampuan inheren untuk berbuat secara rasional ataupun tidak rasional. Berfikir dan merasa itu sangat dekat dan bergandengan satu sama lain: pikiran seseorang dapat menjadi perasaannya, dan sebaliknya (Ellis)

Pandangan Ellis sesuai konsep HMM yang menekankan kepada potensi kemanusiaan berupa panca daya yaitu daya cipta dan daya rasa.

o Manusia dipandang sebagai “nol yang me-nol-kan diri”, pour soi yang dirinya itu bukan merupakan objek, melainkan subjek, dan secara kodrati dirinya itu adalah bebas (Satre)

Dalam konsep HMM, masuk dalam dimensi kefitrahan. Dalam konsep HMM, manusia sebagai subjek, sesuai hakikat manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Daftar Bacaan

Prayitno (2008), Dasar Teori dan Praktis Pendidikan, Padang: Universitas Negeri Padang.

0 komentar:

Posting Komentar